বৃহস্পতিবার, ১৫ জানুয়ারী ২০২৬, ০১:৫৫ অপরাহ্ন
ব্রেকিং নিউজঃ
ঘোষণা:

Adaptasi Luar Biasa Merpati Liar: Rahasia Bertahan Hidup di Jantung Kota

Adaptasi Luar Biasa Merpati Liar: Rahasia Bertahan Hidup di Jantung Kota

Merpati liar (Columba livia domestica), atau yang sering kita kenal sebagai burung dara, adalah salah satu penghuni kota yang paling tangguh di dunia. Dari alun-alun kota yang ramai hingga gang-gang sempit, burung ini telah berevolusi menjadi pengumpul makanan yang oportunis. Kemampuan mereka untuk memanfaatkan berbagai sumber makanan, mulai dari bahan alami hingga sisa-sisa konsumsi manusia, menjadi kunci keberhasilan populasi mereka di lingkungan urban. Sumber Energi Utama: Biji-bijian dan Serealia Secara biologis, merpati adalah pemakan biji-bijian (granivora). Di habitat aslinya, nenek moyang mereka mengandalkan tanaman liar, namun merpati kota masa kini telah beradaptasi dengan komoditas manusia:
  • Jagung dan Beras: Ini adalah sumber karbohidrat utama yang memberikan energi instan bagi merpati untuk terbang dan menjaga suhu tubuh.
  • Biji-bijian Kecil: Millet dan gandum sering menjadi incaran karena mudah ditelan tanpa perlu dipecah terlebih dahulu.
  • Remah Roti: Meskipun secara nutrisi tidak selengkap biji-bijian, remah roti adalah makanan yang paling sering diberikan oleh manusia di taman kota. Merpati telah belajar mengenali kehadiran manusia sebagai sinyal datangnya sumber makanan ini.
Diversitas Nutrisi: Sayuran dan Serangga Kecil Meskipun biji-bijian mendominasi diet mereka, merpati liar juga membutuhkan asupan nutrisi mikro. Di area hijau atau taman, mereka sering terlihat mematuk sayuran hijau atau pucuk tanaman muda untuk mendapatkan serat dan vitamin. Selain itu, merpati kadang-kadang bersifat omnivora secara tidak sengaja. Saat mencari makan di tanah, mereka mungkin mengonsumsi serangga kecil, ulat, atau cacing. Protein hewani ini, meski dalam jumlah kecil, sangat penting terutama bagi induk merpati yang sedang dalam masa reproduksi untuk menghasilkan “susu tembolok” (crop milk) bagi anak-anak mereka. Kehidupan dari Sisa Makanan Manusia Salah satu alasan mengapa merpati liar sangat sukses di perkotaan adalah kemampuan mereka menjadi pemulung sisa makanan (scavengers). Di kota-kota besar, merpati sering ditemukan di sekitar kedai makanan atau tempat sampah, mengonsumsi sisa makanan manusia yang dibuang. Adaptasi ini menunjukkan fleksibilitas sistem pencernaan mereka, meskipun makanan olahan manusia seringkali mengandung garam dan lemak yang terlalu tinggi untuk kesehatan burung dalam jangka panjang. Keseimbangan Ekosistem Urban Pola makan merpati liar sebenarnya membantu dalam pembersihan sisa makanan di area publik, namun populasi yang terlalu padat juga https://www.rmstreeteranimalnutrition.com/ menimbulkan tantangan sanitasi. Memahami apa yang mereka makan membantu kita berinteraksi lebih baik dengan mereka. Bagi masyarakat yang ingin memberi makan, disarankan untuk memberikan biji-bijian alami dibandingkan roti olahan guna menjaga kesehatan populasi burung tersebut. Kesimpulan Merpati liar adalah simbol adaptasi yang luar biasa. Dengan mengombinasikan diet alami berupa biji-bijian dan sayuran dengan sisa makanan dari aktivitas manusia, mereka berhasil menaklukkan lingkungan beton yang keras. Keanekaragaman sumber pangan inilah yang memastikan kepakan sayap mereka akan terus menghiasi langit kota-kota kita untuk waktu yang lama.



ফেসবুক পেইজ